Gubernur NTB Minta Guru Hentikan Mogok

TEMPO Interaktif, Mataram:Gubernur NTB, Lalu Serinata secara resmi mengimbau agar guru-guru di Lombok Timur menghentikan mogok mengajar. Alasannya, aksi itu akan merugikan proses belajar mengajar dan merugikan bagi anak didik. "Kamiimbau para guru itu untuk berhenti mogok mengajar. Kasihan para murid-murid sekolah itu," kata Gubernur NTB lewat juru bicara Pemprov NTB, Lalu Gita Aryadi, di kantornya di Mataram, Sabtu (3/11.

Imbauan resmi Gubernur NTB ini, merespon aksi mogok mengajar yang dilakukan sedikitnya 1.000 guru dari 6.000 total guru berstatus PNS yang ada di Kabupaten Lombok Timur.

Aksi mogok ini sendiri telah berlangsung selama
dua hari berturut-turut mulai Kamis (1/12) kemudian
Jumat (2/12) hingga Sabtu (3/12). Aksi ini menentang
pemotongan gaji guru lewat Perda No 9 tahun 2002,
tentang zakat dan minuman keras.

Di Lombok Timur, jumlah SDN 2.989 unit, SMPN sebanyak 270 unit dan SMU sebanyak 53 unit. Selain sekolah-sekolah negeri, sejumlah guru yang mengajar di sekolah swasta juga ikut-ikutan mogok mengajar. Imbauan aksi mogok guru dipelopori oleh Persatuan Guru Republik Indonesia .

Sujatmiko