TNI AL Akan Membeli Rudal Harpon

TEMPO Interaktif, Surabaya: TNI Angkatan Laut berancana membeli peluru kendali jenis Harpon buatan Amerika Serikat. "Kita bisa membeli rudal ini setelah Amerika mencabut embargo militer atas Indonesia," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto pada peringatan ulang tahun ke-60 TNI AL di Dermaga Ujung, Surabaya, Senin (5/12).

Harpon adalah jenis rudal jarak menengah darat ke darat. Senjata ini mampu efektif menjangkau target sejauh 60 kilometer dan mampu ditempatkan di berbagai jenis kapal seperti Korvete dan Landing Ship Tank.

Menurut Slamet, rudal itu akan melengkapi persenjataan kapal-kapal perang TNI AL yang sempat mengalami kesulitan saat embargo. Dikatakannya, kini sedang dibuat perencanaan anggaran terpadu termasuk pembelian Harpon yang masuk pada anggaran TNI AL periode 2006-2009 sebesar US$ 1,9 miliar.

Selain Harpon, TNI AL akan membeli perlengkapan radar. TNI AL juga akan terus mengembangkan kerjasama latihan tempur degan Amerika.

Ulang tahun TNI AL ini dimeriahkan demontrasi empat unit Hovercraft. Kendaraan ampibi terbaru buatan Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi, Riau, ini milik Marinir.

Hovercraft adalah jenis kendaraan ampibi yang digunakan khusus untuk misi pendaratan. Bentuknya mirip perahu karet, dilengkapi dengan turbo fan di bagian belakang untuk tenaga pendorong.

Hadir Kepala Polri Jenderal Sutanto, KSAD Jenderal Joko Santoso, KSAU Marsekal Joko Suyanto, serta mantan KSAL Belanda Vice Admiral Jan William Kelder. Adi Mawardi