Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Hilangnya Uang Liga Islam


TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Daerah Metro Jaya turun tangan untuk menyelidiki pencurian uang sekitar US$300 ribu (Rp 2,9 miliar) milik delegasi Rabithah Alam Al Islami (Liga Islam Dunia), yang menjadi tamu presiden.

Kepala Polisi Daerah Metro Jaya Firman Gani Minggu pagi (11/12) mengatakan, penyelidikan terhadap kehilangan uang di Hotel Borobudur ini dilakukan secara simultan baik oleh kepolisian resor (polres) maupun Polda untuk mempercepat proses pengungkapan.

Firman mengatakan, penyelidikan kasus ini mengalami hambatan karena korban tidak bersedia memberikan laporan resmi. Akibatnya, hingga saat ini belum ada berita acara pemeriksaan. "Tapi ini tidak mengurangi penyelidikan yang berlangsung," kata dia.

Seperti diberitakan, pencurian terhadap tamu presiden ini terjadi pada Kamis (8/12), saat dua orang delegasi, Abdul Satar dan Ali Sulaeman, hendak menukarkan uang dengan bantuan resepsionis Hotel Borobudur. Mereka menyimpan dalam tas hitam dan diletakkan di lantai. Saat hendak diambil untuk ditukarkan, uang ternyata lenyap.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Sawah Besar Komisaris I Wayan Sugiri, pengumpulan informasi kepada orang-orang yang ada di tempat kejadian perkara belum membuahkan hasil. "Saat kejadian di lobi sangat banyak orang, jadi siapa yang melakukan pencurian tak jelas," ujar Wayan beberapa waktu lalu. Di samping itu, hasil kamera pengintai (CCTV) yang ada di lobbi Hotel Borobudur tidak jelas.

Selain bertemu dengan presiden, delegasi juga bertemu dengan ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Pembicaraan menyangkut kerjasama dengan pemerintah, baik soal ekonomi kemanusiaan dan keamanan.

Budiriza - Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X