Wapres: Sulawesi Sebaiknya Andalkan Kelapa Sawit
TEMPO Interaktif, Kendari:Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kemajuan daerah Sulawesi tidak bisa hanya mengandalkan dari menjual produk pangan. Namun juga harus diimbangi dengan produk tanaman lain yang bernilai jual tinggi, seperti sawit atau kakao.
“Harga produk pangan cenderung terkontrol karena menyangkut kebutuhan orang banyak,” kata Kalla saat membuka musyawarah Sulawesi III, di rumah Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, Selasa (13/12).
Ia mengatakan ini menanggapi rencana 6 provinsi di pulau itu untuk menjadikan daerahnya sebagai penyangga pangan nasional. Menurutnya, Sulawesi perlu mengembangkan potensi yang menjadi karakteristik wilayahnya, misalnya kelapa sawit.
Perkebunan kelapa sawit di Sulawesi, lanjut Kalla, cenderung merata dan dimiliki oleh masyarakat banyak. Ini bagus untuk meningkatkan investasi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya perekonomian daerah. Karakteristik ini agak berbeda dengan perkebunan sawit di Sumatera yang cenderung didominasi perusahaan besar.
Kalla juga menekankan perlunya memilih prioritas dalam membangun Sulawesi. Para gubernur harus berkompromi dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan, seperti pelabuhan peti kemas atau pembangkit tenaga listrik air. Dengan demikian, tidak perlu semua provinsi memiliki pelabuhan peti kemas karena akan memerlukan biaya besar dan tidak efisien.
Para gubernur dan pimpinan daerah di Sulawesi juga diminta untuk mulai mengembangkan sikap terbuka sejak awal dalam mengembangkan SDM. Menurutnya, setiap Pemprov perlu bersikap terbuka untuk menerima siapapun orang terbaik yang pantas memimpin di Sulawesi tanpa perlu memandang asal usulnya. Dengan cara ini, kata Kalla, kemajuan Sulawesi akan dapat cepat dicapai. Budi Riza
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi














