Berita Terkait
Tak Ada Korban Warga RI dalam Kerusuhan di Sydney
TEMPO Interaktif, Jakarta: Hingga kini belum ada laporan jatuhnya korban warga Indonesia dalam kerusuhan rasial di Sydney, Australia, yang telah berlangsung empat hari.
"Kami juga belum menerima laporan soal adanya ancaman terhadap warga Indonesia," kata Kepala Bidang Penerangan Konsulat Jenderal Indonesia di Sydney Siti Sofia Sudarma saat dihubungi Tempo dari Jakarta.
Sofia menambahkan, Konsulat sudah mengimbau agar warga Indonesia di Sydney menghindari lokasi yang bergejolak. Namun konsulat tidak membuat larangan bepergian pada malam hari.
Sekitar 25 ribu warga Indonesia tinggal di kota terbesar di Australia itu. Daerah konsentrasi komunitas Indonesia berada di Maurobra dan Lakemba, dua kawasan yang juga didominasi warga keturunan Timur Tengah.
Kerusuhan bernuansa rasial meledak pertama kali pada Minggu (11/12). Ketika itu, lebih dari 5.000 pemuda Australia menyerang orang bertampang Arab di Pantai Cronulla. Aksi ini dibalas kelompok Timur Tengah dengan melukai seorang pemuda dan merusak 40-an mobil.
Kondisi akan semakin memanas setelah aula sebuah gereja terbakar di kawasan Auburn, pada Rabu dinihari. Empat orang pria terlihat berada dekat aula gereja yang berdampingan dengan pusat dakwah Islam itu sebelum api berkobar. Faisal/AFP





