Hasutan Anti-Arab Terus Menyebar di Australia
TEMPO Interaktif, Sydney: Polisi Sydney memperingatkan kemungkinan rusuh akan kembali terjadi di kota terbesar di Australia itu, setelah tiga hari terakhir tenang. Kekhawatiran ini muncul karena pesan anti-Arab dan kulit berwarna masih terus menyebar.
Polisi menyebutkan, hasutan yang disebarluaskan melalui telepon seluler dan surat elektronik itu kini sudah sampai di negara bagian Victoria, Queensland, dan Australia Barat. Gubernur Queensland Peter Beattie yakin, tidak akan ada dukungan untuk melakukan kekerasan di wilayah itu.
Di Sydney, sekitar 400 polisi terus berpatroli di wilayah pinggiran yang didominasi ketutunan Timur Tengah. Aparat keamanan juga menjaga semua gereja secara ketat, setelah aula sebuah gereja terbakar, Rabu dinihari.
"Kami memperkirakan akan terjadi kerusuhan lanjutan," kata Menteri Polisi Negara Bagian New South Wales Carl Scully kepada para wartawan.
Kerusuhan rasial di Sydney semakin meluas. Lusinan orang ditangkap dan terluka. Insiden ini berawal ketika lebih dari 5.000 pemuda Australia menyerang pengunjung bertampang Arab di pantai Cronula, Minggu (11/12).
Sejauh ini, belum ada laporan jatuhnya korban dari warga negara Indonesia. Hal itu dikatakan Kepala Penerangan Konsulat Jenderal Indonesia di Sydney, Siti Sofia Sudarma, (14/12). afp/faisal





