Menteri Perindustrian Minta Perbankan Dukung Industri Galangan Kapal

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian Fahmi Idris meminta perbankan nasional mendukung pengembangan industri galangan kapal dalam negeri. Industri perkapalan dalam negeri sudah mampu membuat kapal dalam ukuran besar. Bahkan pesanan sudah mengalir. "Dari Pertamina akan membeli delapan kapal tangker,"katanya usai bertemu dengan pengusaha perusahaan alat angkut di Jakarta.

Menurut Fahmi, PT Pertamina akan memesan dua kapal
tengker dengan bobot 85 ribu gross ton(GT), dua kapal
dengan bobot 30 ribu GT, dua kapal dengan bobot 17
ribu GT, dan dua kapal dengan bobot 5 ribu GT. "Dari PT Pelindo mengatakan Indonesia mampu membuat yang 30 ribu GT dan 17 ribu GT, sedangkan yang berbobot 85 ribu GT dan 5 ribu GT sampai saat ini belum bisa,"ujarnya.

Namun, semuanya terbentu pada masalah finasial, karena tidak adanya dukungan dari perbankan berupa pemberian kredit untuk pembuatan kapal ini. "Saya akan berkomunikasi dengan Bank Indonesia agar perbankan kita mau memberi dukungan pembiayaan pada industri perkapalan
nasional,"katanya dia.

Dia mengatakan untuk membuat kapal dengan bobot 17
ribu GT diperlukan biaya hingga US$ 22 juta. Sementara
untuk tipe 30 ribu GT diperlukan biaya US$ 24-US$ 26
juta.

Sutarto