Berita Terkait
RI Minta Warganya di Australia Waspada
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra memperingatkan warga negaranya di Australia untuk berhati-hati.
"Kami telah meminta kepada mereka agar tidak terlibat dan membuat pernyataan yang bisa membuat suasana lebih buruk," kata Dino Kusnadi, juru bicara Kedutaan Indonesia di Canberra seperti dikutip Bloomberg, Rabu (21/12).
Menurut Dino, Indonesia tidak akan mengeluarkan peringatan perjalanan ke Australia. "Sebab kami tahu kerusakan akibat peringatan seperti itu. Namun, kami juga bertanggung jawab untuk melindungi warga negara kami di sini," katanya.
Kerusuhan rasial merebak di Sydney, sejak 11 Desember. Para pemuda kulit putih menyerang orang-orang Lebanon dan mereka yang berwajah Timur Tengah. Mereka yang diserang kemudian membalas, termasuk dengan menyerang sebuah gereja. Sejauh ini, belum ada laporan adanya korban warga negara Indonesia dalam kerusuhan itu.
Peringatan perjalanan ke Sydney dikeluarkan oleh pemerintah Inggris. "Sydney menjadi tempat kerusuhan sporadis terutama di Cronulla, Maroubra, Brighton-le-Sands, dan tempat lainnya," demikian ditulis dalam Britain''s Foreign & Commonwealth Office Travel Advice. BSA





