Supir Metro Mini Pembawa Nelayan Cina Diperiksa Polsi

TEMPO Interaktif, Jakarta:Syamsurizal (52), sopir Metromini yang membawa 29 nelayan asal Cina yang celaka di Jalan Tol menuju NBandara diperiksa polisi.

Syamsurzal saat diwawancarai mengenakan sarung kotak-kotak merah-putih dengan kemeja garis-garis vertikal hitam-putih dan tanpa alas kaki. Jari telunjuk dan tengah kirinya dipreban menjadi satu. Lengan kirinya patah. Hampir seluruh kulitnya mengalami luka parut, seperti di tangan kanannya dan di kakinya. Ada luka memar di dahinya.

Menurut Syamsurizal saat kecelakaan terjadi ia bermaksud menyalip kendaraan di depannya, sebuah mobil kijang. Saat ia menyalip, tiba-tiba mobil kijang tersebut berbelok ke kiri. Syamsurizal yang kaget segera membanting stir ke kiri. Ia kehilangan kendali dan Metromini yang dikendarainya terjatuh. "Saya nggak ingat apa-apa waktu itu. Pening, nggak ingat,"kata Rizal.

Setelah kejadian Rizal langsung pergi ke rumah keponakannya di Bekasi dengan Taksi. Sopir Metromini tersebut mengaku dia tidak tahu dibawa ke rumah sakit apa oleh keponakannya. Yang pasti di Bekasi.

Ratna (51), istri Syamsurizal mengaku tidak memperhatikan nama rumah sakit tempat suaminya menjalani perawatan. "Saya panik. nggak merhatiin nama rumah sakitnya di Bekasi,"katanya.

Aipda Suharno, penyidik yang menangani kasus kecelakaan tersebut menyatakan Syamsurizal dapat dikenai pasal 359 tentang tindakan yang menyebabkan nyawa orang lain hilang.

Kurniasih Budi