Pemerintah Ambil Inisiatif Tangani Ruas Tol Tak Laku
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan mengambil inisiatif mengatasi ruas tol yang tak laku dalam tender prakualifikasi tahap dua. Salah satu caranya dengan membentuk Badan Layanan Umum (BLU), sesuai Peraturan Pemerintah No. 23/2005, untuk memberikan dana tanah bergulir.
“Dana dari BLU itu diprioritaskan untuk pembebasan lahan jalan tol. Nanti dipilih mana ruas tol yang paling strategis,” kata Sumaryanto Widayatin, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum bidang Ekonomi dan Investasi, di sela-sela Lokakarya “Peran Media dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah untuk Mempercepat Penyediaan Infrastruktur di Indonesia” di Hotel Menara Peninsula, Selasa (27/12)
Ia memperkirakan sedikitnya dibutuhkan dana Rp 600 miliar untuk modal awal BLU itu. Masalahnya, sampai saat ini belum jelas dana dari pos mana yang akan dipakai. “Tapi, BLU tetap akan beroperasi pada 2006, meski dengan uang seadanya,” kata Sumaryanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, sembilan dari 13 ruas jalan tol yang direncanakan dibangun Departemen Pekerjaan Umum pada 2006 terancam batal. Sebab ruas-ruas tol itu sepi peminat investor. Bahkan, Sampai batas akhir prakualifikasi tender ruas tol tahap kedua, empat ruas tol sama sekali tak ada yang menawar.
Cara lain yang itawarkannya untuk menciptakan skema pembiayaan baru, jelas Sumaryanto, yakni dengan mendirikan Dana Infrastruktur Indonesia, dan reksadana berbasis perusahaan infrastruktur. Jojo Raharjo
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi














