Gara-gara Harga Murah, 386 Haji Plus Terancam Gagal Berangkat


Topik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Permasalahan keberangkatan sekitar 400 calon jemaah haji, menurut Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPUH) Baluki Ahmad berawal pada harga yang berada di bawah standar.

Harga standar yang ditetapkan asosiasi US$ 4.500. Sedangkan empat biro perjalanan yang memfasilitasi jemaah itu memberikan keringanan harga menjadi di bawah US$ 4.000 per jemaah. Akibatnya, nasib 386 jemaah masih terkatung-katung hingga kini. Keempat biro tersebut : PT Bina Paksi Nusa, PT Ziar Nidaul Haromain, PT Wisata Idaman dan PT Anatama Purna.

AMPUH masih terus berusaha untuk menyelesaikan persoalan 386 calon jemaah ini. Setelah sebelumnya bisa mengurangi 12 jemaah yang menghadapi masalah tersebut. "Saat ini kami sedang bernegosiasi mengenai hotel,"ujar Baluki. Jika hotel siap, bar code (izin) dapat dikeluarkan oleh kementerian haji Arab Saudi.

Masalahnya kini sulit untuk mendapatkan hotel dengan harga serendah itu. Apalagi harga penerbangan juga sudah naik. Tiket sulit didapatkan karena jalur penerbangan penuh. Masalah lain, menurut Baluki, adalah minimnya waktu. Jemaah sudah harus berangkat dari Indonesia terakhir tanggal 4 Januari 2006 karena batas waktu penerimaan haji adalah tanggal 5 Januari 2006 di Arab Saudi. Padahal di Arab Saudi, Kamis dan Jumat hari libur. "Sehingga menghambat proses pengurusan,"ujarnya.

Jika jemaah sampai tidak jadi berangkat, Baluki menghimbau, mereka juga harus mengerti karena harga minimal sebesar US$ 4.500 sudah disampaikan jauh hari sebelumnya. Di lain pihak, biro perjalanan juga harus siap untuk mengembalikan uang jemaah secara penuh.
Namun Baluki masih tetap optimis dan masih akan terus berusaha. "Kalau Allah sudah mengundang, tidak ada siapa pun yang bisa menghalangi panggilan haji,"ujar Baluki.

M. Reza Maulana

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X