Aset Reksa Dana Tahun 2005 Anjlok 72 Persen


TEMPO Interaktif, Jakarta:Tahun 2005 merupakan tahun terberat bagi industri reksa dana Indonesia. Nilai aktiva bersih reksa dana turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal, data Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menunjukkan sejak 2002, aset n reksa dana terus menanjak naik secara signifikan hingga tahun 2004.

Kepala Bapepam, Darmin Nasution mengatakan, aset reksa dana tahun ini turun 71,96 persen, dari posisi 2004 Rp 104,037 triliun menjadi Rp 29,17 triliun. Kendati, jumlah pemegang unit penyertaan reksa dana hanya turun sedikit, dari 299.063 pihak pada 2004 menjadi 275.128 pihak.

Berdasarkan data Bapepam, pada tahun 2002 dana aset reksa dana sebesar Rp 13,74 triliun dengan unit penyertaan 12,74 miliar unit. Tahun 2003, melonjak hampir empat kali lipat menjadi Rp 67,36 triliun dengan penyertaan 58,08 miliar unit. Lalu pada tahun 2004, terjadi peningkatan lagi 50 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 104,037 triliun dengan penyertaan sekitar 83 miliar unit.

Darmin mengatakan, penyebab utama terpuruknya industri reksa dana adalah terjadinya gelombang pencairan dana sebelum jatuh tempo (redemption) pada Maret-April dan Agustus-September. Pada kasus ini, Bapepam telah menjatuhkan sanksi administratif pada empat manajer investasi yang dinilai melanggar peraturan yaitu PT BNI Securities, PT Trimegah Securities Tbk., PT Bahana TCW Investment Management, dan PT Mandiri Manajemen Investasi.

Suliyanti Pakpahan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X