Deflasi Hembuskan Sentimen Positif di Lantai Bursa
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deflasi Hembuskan Sentimen Positif di Lantai Bursa Pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa terjadi deflasi 0,04 persen selama Desember 2005 akan membawa pengaruh positif pada Indeks Harga Saham gabungan (IHSG).
"Khususnya saham perbankan," kata analis dari PT Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah, kepada Tempo, Selasa (3/1).
Deflasi dan baiknya data makro perekonomian diharapkan akan menurunkan suku bunga. Perbankan adalah sektor yang mengalami dampak langsung suku bunga.
Meski perdagangan bursa masih relatif sepi, dia optimistis indeks bisa menembus level 1.182 jika saham telekomunikasi seperti ISAT (PT Indosat Tbk.) dan TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.) menguat. Batas bawah pergerakan indek hari ini adalah 1.163. Pada perdagangan kemain, indeks berada di level 1.171.
Sehubungan dengan perkembangan tersebut, Alfiansyah merekomendasikan membeli pada saham-saham telekomunikasi dan perbankan seperti BBCA (PT Bank Central Asia Tbk.) dan BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.). Jika pemerintah menurunkan pajak barang mewah, saham ASII (PT Astra International Indonesia juga akan positif dan dapat dikoleksi.
Uktuk aksi jual, dia merekomendasikan saham INFD (PT Indofood Sukses Makmur Tbk.) dan GGRM (PT Gudang Garam Tbk.). Suliyanti Pakpahan
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Istana Nilai Protes Penghargaan SBY Salah Kaprah
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia Memburuk
- Pelaku Pembantaian London, Pemuda Kelas Menengah
- Perwira Polisi Sabang Gegerkan Warga
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional
Berita Utama Bisnis
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan














