Pembebasan Lahan Perlu Dana Bergulir


TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan diperlukan dana bergulir untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Dana yang diharapkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu digunakan untuk membebaskan lahan.

"Tanpa dana bergulir ini pembangunan infrastruktur akan tertatih-tatih. Lihat saja Tol Cikunir, hingga saat ini masih terhambat masalah pembebasan tanah," kata Djoko di Jakarta, Selasa (3/1).

Menurut Djoko, pembebasan lahan menjadi kendala utama bagi para investor yang akan berinvestasi di Indonesia. Meski masalah pembebasan lahan ini telah dilindungi dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005, namun dalam realisasinya masih sering menemukan hambatan.

"Menteri Konstruksi Korea bilang ke saya, banyak investor Korea mau masuk ke sini, tapi melihat masalah pembebasan tanah di Indonesia sangat berisiko, mereka jadi ragu," kata Djoko.

Dia juga mensinyalir tidak diminatinya beberapa ruas tol yang ditenderkan pemerintah karena faktor pembebasan tanah tersebut. Seperti diketahui, dua ruas tol yang ditender tahap I pada bulan Agustus lalu tidak diminati investor. Demikian pula pada tender tahap II yang dimulai masa prakualifikasinya November tahun lalu, empat di antaranya tidak diminati sama sekali.

Modal awal yang dibutuhkan untuk dana bergulir, menurut Djoko, sebesar Rp 600 miliar.

Khairunnisa

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X