Dua Orang Jemaah Haji Indonesia Masih Hilang
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua orang jemaah haji asal Indonesia hingga Jumat, 6 Desember, belum kembali ke pondokan di wilayah Ja’fariyah Maktab 8, Mekkah, setelah runtuhnya Hotel Ar Rayahin di Mekkah.
Kedua rang yang merupakan pasangan suami istri tersebut adalah Jumati (kelahiran 1981) dengan nomor paspor 1322849 dan suaminya Gufron (kelahiran 1975) dengan nomor paspor 13122957. Pasangan suami istri ini merupakan jemaah kloter enam dari embarkasi Surabaya.
Kantor Daerah Kerja Mekah mendapatkan informasi tentang hilangnya mereka dari Ali Hasim, seorang mukimin (orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi) yang mengaku sebagai keluarga pasangan suami istri tersebut. Ali Hasim melapor ke kantor Daerah Kerja Mekah untuk mencari Jumanti dan Gufron. "Dia (Ali Hasyim) penasaran kenapa Jumanti dan Gufron belum juga datang ke pondokannya setelah terjadinya peristiwa tersebut," kata Soefyanto, Kepala Bagian Humas Departemen Agama Jumat sore. Hingga saat ini Daerah Kerja Mekah masih terus mencari keberadaan jumanti dan Gufron.
Menurut Ali Hasim, jemaah Indonesia termasuk Jumanti dan Gufron, selalu melewati jalan tempat rubuhnya bangunan untuk pergi ke Masjidil Haram. Sehingga ada kekhawatiran keluarganya menjadi salah satu korban.
Untuk memastikan keberadaan Jumanti dan Gufron, Departemen Agama melalui Kantor Daerah Kerja Mekah saat ini terus melacak ke berbagai Rumah Sakit yang menjadi tempat penampungan para korban.
Sementara itu, satu jemaah haji Indonesia mengalami luka retak di bagian pergelangan kaki kanan akibat terkena reruntuhan hotel Ar-Rayahin. Korban luka tersebut adalah Iwan Kusmana yang merupakan jemaah haji rombongan Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi, India. Iwan berangkat bersama tujuh orang lain dari KBRI India.
Dari laporan yang diterima dari Kantor Daerah Kerja di Mekkah ke Departemen Agama, Iwan sempat dirawat di Rumah sakit Syisyah di Mekkah sebelum dipindahkan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPIH). "Kaki kanannya saat ini di-gips, tapi kondisi umumnya baik," lanjut Soefyanto. Dari foto kondisi terakhir Iwan Lukman yang ditunjukkan kepada Tempo sore tadi (jam 5 sore), tampak Iwan sedang duduk dan kaki kanannya digips.
Departemen Agama telah menyediakan 76 maktab (wilayah pemondokan) yang tersebar di seluruh Mekkah, antara lain al-Ja'fariyah, Syib Amir, Hariq, Aziziyah dan misfalah. Hotel Ar Rayahin sendiri berada di Maktab Syib Amir yang terletak tepat di selatan Ja'fariyah.
Departemen Agama belum mendapatkan informasi mengenai pemberitaan yang dilansir oleh stasiun televise local, al-akhbariyah mengenai adanya sejumlah jemaah haji Indonesia yang tewas dalam insiden runtuhnya hotel Ar Rayahin.
Maruli Ferdinand-Tempo


