Harga Beras Naik Karena Ditahan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga beras yang belakangan terus naik disinyalir karena pemilik beras termasuk pedagang dan pemilik penggilingan menahan berasnya ke pasar. Mereka masih menunggu perkembangan harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman mengatakan salah satu penyebab kenaikan harga beras belakangan ini adalah karena pemilik beras masih menanti berlakunya HPP yang baru sebesar Rp 3.550 per kilogram. ?Kenaikan harga karena mereka (pemilik beras) tunggu HPP,? kata Ardiansyah dalam jumpa pers di Jakarta hari ini.

Selain soal HPP, pasokan beras pada bulan Januari juga mengalami penurunan. Menurut dia, jumlah produksi pada bulan ini hanya sekitar 1,2 juta ton, padahal konsumsi beras mencapai 2,5 juta ton.

Ardiansyah menambahkan, untuk menstabilkan harga beras yang terus naik itu, Bulog atas rekomendasi Departemen Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Kegiatan itu diharapkan bisa menurunkan kembali harga beras sehingga bisa menahan laju inflasi.

Selain itu, dengan harga beras yang normal kembali, Bulog diharapkan bisa melanjutkan penyerapan beras dari dalam negeri untuk mempertahankan stok aman satu juta ton.

ewo raswa