Topik
Dirut Garuda Belum Tahu Ditegur Menhub
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Garuda), Emirsyah Satar, mengaku belum mengetahui adanya peringatan dari Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, terkait hengkangnya ratusan pilot Garuda akhir-akhir ini.
“Peringatan apa? Saya belum dengar,” kata Emirsyah ketika dihubungi Tempo, Selasa (10/1).
Ia juga meralat pemberitaan yang menyebut pilot Garuda yang hengkang dari maskapai penerbangan nasional itu mencapai 120 orang sepanjang tahun lalu. “Itu angka kumulatif dari tahun ke tahun,” tegasnya. Meski tidak mengetahui angka pastinya, namun Emirsyah memastikan jumlahnya tidak sampai 120 orang pilot.
Ketika disinggung mengenai penyebab hengkangnya sejumlah pilotnya, ia menduga saat ini banyak terdapat permasalahan terkait ketersediaan dan permintaan pilot. “Tidak hanya di Indonesia dan Asia saja,” katanya. Karena itulah ia menengarai, penyebab keluarnya pilot Garuda adalah adanya tawaran dari maskapai penerbangan asing.
Menanggapi gugatan Asosiasi Pilot Garuda (APG) beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa manajemen Garuda dianggap tidak memenuhi hak-hak pilot secara layak, Emirsyah menepisnya. Ia meegaskan direksi selalu memperhatikan kesejahteraan karyawan. “Tahun lalu saja kami menaikkan allowance mereka,” akunya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pilot Stephanus G.S. mengungkapkan pada periode Januari hingga November 2005, 120 pilot Garuda hengkang dan pindah ke perusahaan penerbangan lain karena kurangnya perhatian perusahaan kepada kesejahteraan para pilot.
Ia mengancam bila manajemen tidak segera bertindak, sekitar 30-40 pilot yang tergabung dalam Asosiasi juga akan mengunduran diri. Indriani Dyah S.