Harga Minyak Dunia Naik
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Di New York untuk pengiriman minyak mentah pada Februari meningkat 51 sen ke harga US$ 64,45 per barel dalam perdagangan elektronik hari Selasa. Sedangkan di London, harga minyak mentah untuk bulan ini lompat 68 sen menjadi US$ 62,85 per barel.
Harga miyak dunia beranjak naik diduga karena usaha Iran untuk mengembangkan program nuklirnya yang merebakan isu kelebihan minyak di Timur Tengah.
Sehingga kontrak New York untuk pengiriman minyak mentah pada Februari meningkat 51 sen ke harga US$ 64,45 per barel dalam perdagangan elektronik hari Selasa. Sedangkan di London, harga minyak mentah untuk bulan ini lompat 68 sen menjadi US$ 62,85 per barel. "Alasan meningkatnya harga ini terjadi karena resiko geo-politik atas situasi di Iran,"kata Dariusz Kowalczyk, Senior Strategi investasi CFC Senior Hongkong.
Penelitian nuklir Iran yang telah berlangsung selama 2 tahun menghasilkan peringatan dari negara adi daya bahwa negara pengekspor minyak terbesar ke 2 bisa direferensikan untuk mendapatkan sanksi dari Dewan Keamanan PBB.
Iran, Selasa lalu melanggar perjanjian PBB dengan meluncurkan aksi Program Nuklir Natanz dalam pengayaan uranium. Amerika Serikat dan Negara Eropa takut kalau program nuklir Iran dapat menuju kearah perkembangan bom nuklir di dunia. Tapi Iran bersiteguh bahwa programnya itu untuk kepentingan sipil.
Para pedagang minyak menyatakan program nuklir Iran dapat mengarah pada terganggunya pasokan minyak di pasaran. "Saat ini pasokan minyak di pasar sudah ketat,"ujar Kowalczyk.
Para pedagang mengasumsikan hal tersebut pada perdagangan hari Rabu untuk stok minyak dari data Departemen energi Amerika serikat.
Persediaan minyak mentah jatuh menjadi 2,9 juta barel dari total 318,7 juta pada minggu lalu. DoE mengharapkan kejatuhan perdagangan minyak hanya pada 600.000 barel.
Stok-stok itu digunakan untuk pemanas dan bahan bakar disel meningkat 4,9 juta barel menjadi 13,8 juta barel. dibandingkan ramalan peningkatan sebesar 2,2 juta barel, sebagaimana keadaan musim dingin sekarang permintaan AS untuk pemanas.
AFP/Rudy Prasetyo
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Bisnis
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun













