Indonesia Diminta Bersikap Keras kepada Timor Leste
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi meminta Pemerinta bersikap keras terhadap Timor Leste, agar tidak lagi menguatk-atik masa lalu.
"Jika Timor Leste tetap mengutak ngatik masa lalu, kita harus bersikap keras," kata Muladi kepada pers di kantornya, Kamis (19/01).
Ia mengungkapkan hal itu menyikapi langkah Presiden Xanana Gusmao menyerahkan hasil temuan pelanggaran hak asasi manusia yang dilaporkan oleh Commisao de Acqhimento Verdade e Reconsiliacao (CAVR) atau Komisi Penerimaan Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor Leste kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Laporan tersebut akan diserahkan langsung kepada Sekretaris Jenderal PBB.
Muladi menilai, pada masa awal Timor Leste merdeka, penampilan Xanana sangat bagus. Dia antara lain
mengembalikan hubungan Indonesia Timor Leste menjadi mulus, membentuk Komisi Kebenaran dan Persahabatan, dan mengehendaki hubungan ke depan daripada masa lalu.
Namun pada akhir-akhir ini ada penampilan-penampilan aneh dari Xanana, seperti melaporkan tentang kekejaman Indonesia selama 24 tahun menguasai Timor Leste kepada Sekjen PBB Kofi Annan.
Padahal soal pelanggaran HAM berat bukan hanya dilakukan oleh orang-orang Indonesia, tapi juga oleh para pengikut Xanana. "Harusnya Xanana konsisten. Kalau sudah KKP, ya harus kebenaran dan friendship yang harus dikembangkan, jangan mencari masalah baru," ujar Muladi.
Ia yakin, tanpa Indonesia Timor Leste tidak bisa hidup dengan baik. Fanny Febiana
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau
- Luthfi Hasan Diduga Punya Tanah 2 Hektare di Bogor
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari













