Perampok BNI dan Pegadaian Ditangkap
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tujuh orang tersangka pelaku perampokan BNI 46, kantor pelayanan Plumpang, Koja, pada 26 Desember 2005, ditangkap tim Reserse Mobil dan Satuan Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Resort Jakarta Utara, Jumat pukul 10.00 WIB.
"Ketujuh pelaku ini juga merampok kantor pegadaian Pondok Kelapa, Kamis (19/1), senilai Rp 1 miliar," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Utara Komisaris Krishna Murti.
Dikatakan Krishna, awalnya polisi mendapatkan informasi adanya transaksi barang-barang berharga di Wisma Indonesia, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat pagi. Ketika polisi menggerebek, di sana didapatkan empat tersangka, yaitu Syamsir Effendi alias Sandi, 43 tahun; Gionni Rangga Sumlang, 46 tahun; Zainuddin, dan seorang calon penadah bernama Cakra.
"Di sana kami mendapat barang bukti satu tas berisi emas 6 kilogram yang dirampok dari kantor Pegadaian Pondok Kelapa," kata Krishna.
Saat berlangsung transaksi di Wisma Indonesia, tiga perampok lainnya menunggu di Hotel Surya, Pecenongan, Jakarta Pusat.
Tim Resrse dan Kriminal kemudian menggerebek kamar 212 dan 213 di lantai 2 Hotel Surya. Di sana mereka membekuk Idas, 40 tahun; Arifin, 48 tahun; dan Soleh alias Uwa, 39 tahun.
Di hotel itu Idas sempat berusaha kabur dan meloncat dari lantai 2, sehingga kaki kirinya patah. Dalam penggerebekan empat tersangka yang bersaha lari ditembak menggunakan peluru karet pada kakinya.
Empat anggota sindikat hingga kini masih buron, yaitu Samsul, Yasin, Fauzi, dan Ismanto.
Selain barang bukti 6 kilogram emas, polisi juga menyita peralatan yang digunakan para pelaku untuk merampok.
Tersangka Syamsir Effendi alias Sandi mengatakan, pistol yang mereka miliki dibarter dengan 1,5 kilogram ganja dari seseorang bernama Mr. Yong. Syamsir Effendi, kata Krishna, adalah otak dari aksi perampokan beruntun tersebut. IBNU RUSYIDI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Metro
- Ketua Fraksi Demokrat Nilai Interpelasi KJS Kandas
- Sepi Penumpang, Kopaja AC S-13 Tak Masuk Busway
- Sikapi Interpelasi KJS, Demokrat DPRD DKI Terbelah
- Bentrok Antar Napi Salemba, Dua Terluka
- Jokowi: KJS untuk Rakyat Bawah, Jangan Diganggu
- Dua Kelompok Napi Salemba Bentrok
- Akan Diinterpelasi Soal KJS, Jokowi: Siap Grak!













