ST Telemedia Ingin Tambah Saham di Indosat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Singapore Technologies Telemedia memastikan tak akan melepaskan sahamnya di PT Indosat Tbk. ST Telemedia justru berkeinginan menambah kepemilikannya di Indosat.
Rencana ST Telemedia itu bertolak belakang dengan keinginan pemerintah Indonesia yang ingin membeli kembali sahamnya di Indosat. Bahkan, niat pemerintah Indonesia sudah disampaikan secara resmi kepada ST Telemedia.
Direktur Corporate Communications ST Telemdia Melinda Tan membenarkan telah menerima surat resmi pemerintah Indonesia. Persoalannya, menurut Melinda, pihaknya tidak berniat mengurangi nilai kepemilikan di Indosat.
Menurut dia, ST Telemedia justru membuka kemungkinan untuk menambah kepemilikan di Indosat jika ada kesempatan.
"Menarik untuk menambah saham di Indosat, tapi sampai saat ini belum ada rencana itu," ujar Melinda dalam surat elektronik kepada Tempo.
ST Telemedia melalui anak perusahaannya Indonesia Communications Ltd., Mauritius telah membeli 40,77 saham pemerintah di Indosat pada akhir 2002. Akibat pembelian itu, kepemilikan pemerintah berkurang menjadi 14,58 persen, masyarakat 44,62 persen, dan manajemen 0,03 persen.
Pemerintah Indonesia, seperti berulangkali disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto, berkeinginan membeli kembali sahamnya di Indosat. Upaya itu dilakukan guna mewujudkan keinginan masyarakat agar Indosat kembali dikuasai Indonesia.
Untuk membeli kembali saham Indosat, pemerintah akan mengandalkan badan usaha milik negara lainnya, seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng pernah mengemukakan kesiapannya untuk membeli saham Indosat. Namun, Sugiharto mengakui terwujud tidaknya niat pemerintah akan sangat tergantung pada ST Telemedia sebagai penjual.
Melinda berharap sikapnya untuk tidak menjual saham Indosat tidak mengganggu hubungan kerja sama dengan pemerintah Indosat yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir. "Kami ingin kerja sama dengan pemerintah Indonesia tetap terbangun dan terjalin dengan baik."
Dia menjelaskan sejumlah alasan mengapa ST Telemedia ingin tetap mempertahankan Indosat. Pertama, investasi di perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia itu bersifat jangka panjang.
Kedua, Indosat sudah dianggap sebagai bagian terintegrasi dari perusahaan. ST Telemedia telah banyak membantu Indosat mengembangkan diri sebagai menjadi perusahaan provider layanan komunikasi agar lebih kuat dan kompetitif di Indonesia.
"Ini membuat Indosat memenangkan beberapa penghargaan terkait dengan manajemen keuangan dari lembaga-lembaga independen," papar Melinda.
Bahkan, kata dia, pada masa mendatang ST Telemedia akan lebih banyak memberi nilai tambah kepada Indosat. "Kami akan fokus menolong Indosat memperkuat posisi sebagai pemimpin di pasar telekomunikasi dan meningkatkan daya saingnya."
Suliyanti Pakpahan - Tempo
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi














