Putera Sampoerna Masih Buka Pintu Negosiasi

TEMPO Interaktif, Jakarta:Putera Sampoerna masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan proses negosiasi pembelian saham dan utang PT Kiani Kertas US$ 401 juta dengan Bank Mandiri dan Prabowo Subianto.

“Saya belum menarik diri dari transaksi ini. Yang saya lakukan adalah menghentikan negosiasi,” kata mantan raja rokok ini kepada Tempo di kantor pusat Danareksa, Jakarta, Minggu (22/1) malam.

Penegasan atas sikapnya itu telah disampaikannya lewat surat resmi kepada Menteri Negara BUMN, Sugiharto, dan Menteri Kehutanan, M.S. Kaban, pada 20 Januari lalu. Turut hadir dalam pertemuan itu Lin Che Wei, Presiden Direktur Danareksa, yang telah ditunjuk untuk mewakili Sampoerna dalam transaksi ini.

Putera yang datang menggunakan mobil Rolls Royce merah marun bernomor polisi B 234 (dji sam soe) CQ, malam itu, menegaskan bahwa proses negosiasi di antra tiga pihak: dirinya, Bank Mandiri sebagai kreditor, dan Prabowo Subianto selaku pemilik Kiani—lewat Fayola Investment, tidak berjalan mulus.

Sejak kesepakatan awal transaksi ditandatangani pada 2 Januari lalu, dirinya belum menerima surat pernyataan dari pihak penjual bahwa aset Kiani free and clear—sebelumnya telah ada negosiasi penjualan Kiani ke United Fiber System Ltd. (Singapura). “Bagaimana saya bisa negosiasi?” Karena itu, kata Putera. “Pada akhirnya menjadi jelas bagi saya bahwa tidak ada keinginan serius dari penjual,” katanya.

Ia juga menyatakan, melihat tanggapan Bank Mandiri atas usulan perjanjian jual beli utang bersyarat (conditional debt sale and purchase agreement) yang disodorkan Sampoerna Strategic, perusahaan milik Putera, “Menjadi jelas pula bagi saya bahwa ada keenggaran dari kreditor,” ujarnya.

Melihat kenyataan itu, Putera menegaskan, problem macetnya negosiasi bukan terletak pada dirinya. Tapi pada tidak adanya keseriusan pihak penjual untuk datang dan berunding. “Hanya saya yang ada di meja negosiasi,” katanya. Karena itu, ia memilih untuk menghentikan negosiasi pada Senin pekan lalu, hingga ada kejelasan soal ini. “Jangan buang-buang waktu saya,” ujarnya.

Putera juga menampik tudingan bahwa dirinya tidak serius dalam transaksi ini. “Bagaimana mungkin? Saya sudah menaruh uang US$ 300 juta dan mempercepat seminggu lebih awal kepulangan saya dari liburan (di Houston, Texas, Amerika Serikat),” ujarnya.

Terlebih lagi, kata Putera, tawaran pembelian Kiani telah dinaikkannya menjadi US$ 401 juta. Ia pun berencana akan menjadikan Kiani sebagai salah satu dari bisnis inti kerajaan bisnisnya setelah melepas perusahaan rokok PT H.M. Sampoerna. “Saya tidak tahu ada apa di balik keengganan ini. Ini bikin saya kecewa,” ujarnya menutup pembicaraan. Metta Dharmasaputra