Korban Banjir Butuh Air Bersih


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban banjir do Kampung Melayu, Jakarta Timur, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan air melalui mobil tangki hanya cukup dipakai membuang air kecil dan besar.

Adapun untuk kebutuhan mandi, mencuci pakaian, korban banjir terpaksa memakai genangan air dari luapan sungai.
Pengungsi korban banjir yang ditampung di sejumlah tempat mencapai 800 warga. Mereka tersebar di gedung sekolah Santa Maria, perguruan tinggi Darul Islam, dan Eumah Sakit Hermina.

“Kalau mandi dan cuci baju, kami kembali ke sungai,” ujar Aminah, warga yang rumahnya terendam air satu meter, sore tadi. Begitu juga dengan Ida, 40 tahun. “Kalau tak ada air bersih, mau gimana lagi?,” tanya warga Kampung Pulo Dalam itu.

Menurut Petugas Kesehatan di lokasi pengungsian Santa Maria, Sri Hartini, warga yang datang berobat selain diare dan demam, juga mengeluh gatal-gatal. “Ini akibat mereka mandi di genangan banjir,” ujarnya.


Dari hasil pemeriksaan, terdapat seorang pasien anak yang mesti dirawat ke rumah sakit, karena terkena serangan paru-paru. “Belum tahu dia ada di rumah sakit mana,” ujar Hartini.

Sebagian korban banjir merasakan belum memperoleh bantuan. Padahal, bantuan seperti mi instan, nasi bungkus, sampai beras sudah berdatangan “Kami sering berebut makanan," kata Nurlaela, 47 tahun, warga yang mengungsi di perguruan tinggi Darul Islam.

Aqidah Swamurti

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
dalam hal masalah banjir kita sebagai tenaga medis harus siap siaga karena korban bisa saja terkena diare, dbd, malaria, dll serta penanganan \\medis harus siap . supaya korban banjir tidak terkena penyakit-penyakit tersebut
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X