29 Jalur Hijau dan Taman Hilang
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebayak 29 lokasi jalur hijau dan taman di delapan kecamatan wilayah Jakarta Pusat hilang. Lokasi tersebut antara lain beralih fungsi, sabagian berubah menjadi tempat parkir, bengkel, lapak pedagang, pompa bensin, pos RW, pos polisi, pos hansip, bahkan ada yang dipakai untuk kandang ayam, bak sampah, serta bangunan liar.
"Ini menurut data rekapitulasi dari Suku Dinas Pertamanan Pemerintah Kota Jakarta Pusat pada 2005," kata Mohammad Pahlawi, Kepala Seksi Jalur Hijau Suku Dinas Pertamanan Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Kamis (2/2).
Menurut Pahlawi, taman tersebut ditujukan sebagai tempat berinteraksi warga sekaligus menjaga suhu udara. "Idealnya, lahan hijau 35 persen dari luas Jakarta," ujar Pahlawi. Tapi jumlah taman dan jalur hijau yang ada tidak lebih dari 13 persen. "Banyak orang yang membuang sampah sembarangan."
Beberapa taman dan jalur hijau yang berubah fungsi seperti Jalan Semarang yang dipakai untuk gardu PLN, Jalan Cik Ditiro II yang berubah menjadi pos jaga, dan Jalan Sumenep yang berubah jadi pompa bensin dan tempat berjualan ikan hias.
Nieke Indrietta
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
- Korban Lapindo Ancam Minta Suaka Politik ke AS
- 10 Fakta Menarik Jelang Dortmund Vs Bayern
- Tabrakan Maut, 2 Tewas dan Belasan Kritis
- Angelina Jolie Tanpa Bra Versi Pelukis Swedia
- Duel Kunci Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen
Berita Utama Metro
- Dua Kelompok Napi Salemba Bentrok
- Akan Diinterpelasi Soal KJS, Jokowi: Siap Grak!
- Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 8 Ingin Traktir Guru
- Jokowi: Pejabat Dilarang Menerima dan Menjanjikan
- Jokowi: Rumah Dinas Lurah dan Camat Akan Dicabut
- Jakarta Bakal Punya Pedestrian Melayang
- Istri Perwira Polisi Dirampok di Tol Jagorawi














