Pemerintah Indonesia Minta Denmark Klarifikasi Soal Karikatur Nabi Muhammad
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia meminta Pemerintah Denmark untuk memberikan klarifikasi atas karikatur Nabi Muhammad di sebuah harian terbitan Denmark, Jilanposten Daily, beberapa waktu lalu. "Kita minta Denmark memberikan klarifikasi agar bisa menjelaskan dimana posisi Denmark atas masalah ini," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Yuri Thamrin, Jumat (3/2) di Jakarta.
Yuri menambahkan masalah karikatur Nabi Muhammad ini bukan hanya masalah antara Indonesia dengan Denmark, namun juga menyangkut umat Islam seluruh dunia. Hal ini juga dapat menurunkan citra Denmark di mata masyarakat Indonesia.
Yuri mengatakan, sebagai negara demokrasi, Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kebebasan berekspresi. Namun kebebasan tersebut hendaknya tidak menjurus pada pelecehan simbol-simbol agama tertentu. Pemerintah Indonesia melihat kasus ini secara komprehensif bersama-sama dengan negara anggota Organisasi Islam Dunia (OKI). Pada pertemuan OKI tahun lalu, negara-negara anggota OKI sepakat mengeluarkan resolusi Pemberantasan Pelecehan Agama. Resolusi ini telah pula mendapatkan dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Dalam hal ini Indonesia bersinergi dengan negara-negara OKI dan Organisasi massa Islam, karena hal ini sangat terkutuk," kata Yuri.
Sementara itu, pada akhir Januari lalu, para duta besar negara-negara OKI, termasuk Indonesia, telah mengadakan pertemuan dengan menteri Luar Negeri Denmark. Dari pertemuan tersebut disepakati perlu adanya sidang khusus OKI yang akan membicarakan masalah ini lebih lanjut. Maruli Ferdinand