Industri Baja Keluhkan Kenaikan TDL
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan sejumlah pengusaha, khususnya industri baja, mengeluhkan rencana pemerintah untuk menaikan tarif dasar listrik (TDL).
“Mereka menyampaikan sejumlah keluhan, terutama mengenai TDL,” kata Fahmi di kantornya hari ini. Di samping mengeluhkan TDL, para pengusaha juga menyampaikan berbagai permasalahan, di antaranya penyelundupan, aturan Standar Nasional Indonesia (SNI), berbagai kebijakan pemerintah di bidang tarif yang tidak mendukung dunia industri, khususnya industri baja, pencemaran lingkungan, status Batam, berbagai perda yang menghambat industri, dan UMR.
Menurutnya, langkah pemerintah untuk menaikkan TDL tidak perlu dicemasi dan dibahas secara mendalam. “Dibicarakan saja dengan PLN secara business to business,” ujarnya.
Menyinggung pernyataan Kadin yang tidak sanggup membayar kenaikan TDL dalam kenaikan sekecil apapun, Fahmi menegaskan bahwa hal itu tidaklah mungkin. Menurutnya Ketua Kadin MS Hidayat pernah menyatakan kepada dirinya bahwa untuk kalangan industri, masih bisa dipahami kalau kenaikan TDL berkisar 20 persen. “Kita pernah membicarakan hal itu, dan yang riil adalah pernyataan ketuanya,” katanya.
Fahmi juga akan meminta kepada PLN untuk membahas secara terbuka antara PLN dengan pengusaha terkait TDL. Penentuan tarif harus secara transparan. "Jangan masalah efisiensi yang timbul dalam perusahaan dibebankan kepada tarif," katanya.
zaky almubarok