Prajurit Melanggar Karena Terbentur Ekonomi


TEMPO Interaktif, Tangerang: Komandan Brigade Infanteri I Pengamanan Ibu Kota Jayakarta Sakti, Kolonel Infanteri Dedi Kusnadi Thamim, mengatakan banyak anggota TNI yang melanggar disiplin lalu dipecat karena kebutuhan ekonomi.

"Mereka terpengaruh dengan kehidupan kota,” katanya setelah upacara pemecatan dua anggota TNI yang terlibat narkoba di lapangan Markas Batalyon Infantri 203/ Arya Kemuning, Jatake, Tangerang, Banten, hari ini.

Dedi menjelaskan sepanjang 2006 banyak anggota TNI Angkatan Darat dari berbagai kesatuan dipecat karena melanggar disiplin dan melakukan tindak pidana. Awal Februari, Komando Daerah Militer Jaya memecat sembilan anggotanya dari beberapa kesatuan dengan tidak hormat.

Prajurit yang dipecat antara lain Sersan Satu Supartono dan Prajurit Dua Aco Ardi Andi dari Batalion Kavaleri IX Penyerbu. Mereka terlibat penjualan senjata api kepada Gerakan Aceh Merdeka.

Tadi pagi di lapangan Markas Batalyon Infantri 203/ Arya Kemuning, dipecat secara tak hormat Kopral Satu Benhur Simamora dan Kopral Dua Adi Purwantoro karena menjual sabu-sabu dan ganja sejak dua tahun lalu.

Joniansyah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X