TNI Diminta Sabar Soal Hak Pilih


TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pemerintahan DPR, Sayuti Asyathri, mengatakan penegasan sikap TNI soal hak pilih anggotanya sebaiknya dilakukan ketika revisi Undang-Undang Pemilu. “TNI sebaiknya menyesuaikan diri dengan agenda nasinoal (pembahasan RUU pemilu)," katanya di gedung MPR/DPR, Jakarta, hari ini.

Menurut politikus Partai Amanat Nasional itu, revisi paling lambat pada April 2007 karena pemilu digelar 2009. TNI tak perlu terlau risau karena tak butuh waktu lama untuk memutuskan soal hak pilih anggota militer.

Perdebatan soal hak pilih tentara mencuat pekan lalu. Bekas Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto ingin anggota TNI bisa memilih pada Pemilu 2009. Ia yakin mereka sudah siap menggunakan hak politik itu. Namun, Menteri Pertahanan Juswono Sudarsono berpendapat, prajurit boleh nyoblos pada Pemilu 2014.


Stefanus Pramono

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X