Gizi Buruk Cermin Ekonomi Buruk
TEMPO Interaktif, Jakarta: Juru Bicara Departemen Kesehatan, Lily Sulistyowati, kemarin mengatakan bahwa kasus gizi buruk di Indonesia tidak lepas dari masalah ekonomi. "Kasus gizi buruk harus ditelusuri dari hulu ke hilir. Akar masalahnya harus dilihat," kata Lily ketika dihubungi.
Menurut dia, kasus gizi buruk terjadi karena situasi ekonomi belum stabil, lapangan kerja sempit, dan masih banyak rakyat yang kondisi sosial ekonominya menengah ke bawah. Pemerintah telah mengucurkan dana dekonsentrasi sebesar Rp 350 miliar untuk mengatasi kasus gizi buruk.
Dana bantuan itu diberikan kepada pemerintah kota/kabupaten daerah. "Yang menangani gizi buruk itu pemda, jadi dana mereka yang mengelola," tutur Lily.
Kurniasih Budi
Web via