Indonesia Dekati Rusia, AS Tersinggung
TEMPO Interaktif, Jakarta: Usaha Indonesia mendekati Rusia untuk menjajaki pembelian alat utama sistem persenjataan ternyata menyinggung Amerika Serikat. Sumber Tempo mengungkapkan, negara besar itu keberatan Indonesia membeli senjata dari Rusia.
“Dalam pembicaraan tak resmi, kelihatan arahnya (AS keberatan dengan sikap Indonesia),” kata sumber itu di Jakarta kemarin. Tapi, pembicaraan informal tadi tak bisa menjadi acuan keputusan politik.
Menurut Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Marsekal Muda Pieter Wattimena, secara faktual keberatan AS terlihat dari export license dari negara itu untuk mengembalikan satu pesawat F-5 beserta suku cadangnya belum keluar. Padahal, tanpa export license ini mustahil pesawat dan suku cadang milik Indonesia akan kembali ke Indonesia.
Akibat embargo dari AS, satu pesawat F-5 dan beberapa suku cadang pesawat F-5, F-16, Hawk 109 dan 209, serta A-4 Skyhawk masih tertahan di beberapa negara seperti AS, Inggris, Belgia, New Zealand, Brazil, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.
Anggota Komisi Pertahanan DPR, Djoko Susilo, menganggap rencana keberangkatan tim Departemen Pertahanan ke Rusia untuk melobi, tak jelas. “kalau tak ada sesuatu yang luar biasa, lebih baik batalkan saja,” ujar Djoko.
Fanny Febiana
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Para Peraih Penghargaan Billboard Music Awards
- Angga/Rian Buka Kemenangan Indonesia atas India
- Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang
- Rafa: Suporter Chelsea Sudah Lama Mendukungku
- FOTO: Gereja Bersejarah ini Terlihat Melayang
- Wanita Ini Mengaku Kecantikannya Jadi Bencana
- Film Sampah bagi James Franco













