Topik
Manajemen BLK Belum Penuhi Persyaratan
TEMPO Interaktif, Surakarta: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno, menilai sebagian besar manajemen BLK (Balai Latihan Kerja) di Indonesia belum memenuhi persyaratan. Sarana dan fasilitas latihan kerja juga mendesak untuk dilakukan peremajaan.
Hal itu diungkapkan Erman Suparno saat mengunjungi BLK Solo, Sabtu (11/3). "Manajemen sebagian besar BLK belum memenuhi persyaratan sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi ketenagakerjaan di Indonesia. Struktur organisasi dan personalianya harus ditata," ujarnya.
Erman menambahkan, fasilitas fisik sebagian BLK sudah bagus dan layak. Hanya saja, masih banyak perlengkapan latihan seperti mesin dan sarana lainnya masih ketinggalan dan perlu peremajaan.
Pada kesempatan itu, Menakertrans menyatakan perlunya sertifikasi bagi lulusan BLK. Dengan adanya sertifikasi tersebut diharapkan lulusan dari BLK ada jaminan dan pengakuan dari masyarakat. "Dengan adanya sertifikasi bagi lulusan BLK akan ada pengakuan di masyarakat dan ilmu yang diperolehnya bisa diterapkan. Untuk itu BLK harus ada koordinasi dengan pengguna, yaitu pemda/pemkot setempat," katanya.
Erman sangat berharap BLK menjadi sarana vital untuk membangun kualitas SDM ketenagakerjaan di tanah air. Mengingat dari 10,8 juta pengangguran di Indonesia, sebanyak 61 persen berasal dari lulusan Sekolah Menengah Pertama, 32 persennya lulusan Sekolah Dasar dan sisanya lulusan sarjana.
"Dengan kondisi semacam itu, BLK perlu dioptimalkan," ujarnya. Diharapkan, BLK benar-benar berfungsi sebagai lembaga yang mampu meningkatkan kompetensi ketenagakerjaan di Indonesia. Anas Syahirul





