Mulut Dijahit, Tolak Kenaikan Tarif Listrik


TEMPO Interaktif, Jakarta: Puluhan mahasiswa dari Jaringan Kota hari ini melakukan aksi jahit mulut untuk menolak rencana kenaikan tarif dasar listrik pada Mei. Aksi digelar di depan kampus Universitas Satya Negara Indonesia, Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. "Rakyat tak bisa lagi menolak. Ini akumulasinya," kata Nando, juru bicara Jaringan Kota, di lokasi aksi hari ini.

Menurut Nando, aksi itu memperlihatkan kepada elite kekuasaan bahwa rakyat sudah pada titik nadir dan tak bisa mengungkapkan keinginannya. Rencananya, hari ini 20 mahasiswa dari Universitas Kristen Indonesia, Universitas TAMA Jagakarsa, Universitas Islam Negeri, dan USNI mulai menjahit mulut mereka.

Tapi sampai siang ini baru 18 mahasiswa yang bergabung. Mereka adalah, Rifsia Iga, Andri, Cano Takiohu (Universitas TAMA), Boy Bathara Parhusip, Simon, Donn (UKI), Sadrak, Benny Flamboyan, Agus Arya Kamandanu (USNI), Rahmat, Ulmanto, Sahrul, Wisnu, dan M Abror (UIN).

Jaringan Kota berpendapat, janji-janji perubahan akan kesejahteraan rakyat hanya menjadi mimpi bagi rakyat. Nyatanya, kebijakan pemerintah tak berpihak kepada rakyat seperti dua kali kenaikan harga BBM, kenaikan tarif PDAM, dan kenaikan tarif tol.

Menurut Nando, logika pemerintah untuk menaikkan tarif listrik tak rasional. Jaringan Kota pun menuntut turunkan harga-harga dan menganggap pemerintah gagal total.

Muhammad Nafi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X