Topik
Mayoritas CEO Rancang Inovasi Baru
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah studi yang diselenggarakan IBM Business Consulting Services menemukan bahwa 65 persen CEO korporat top dunia telah mengumumkan bahwa karena semakin beratnya tekanan dari persaingan dan kekuatan pasar, mereka berencana secara radikal mengubah perusahaan mereka dalam dua tahun mendatang.
The IBM Global CEO Study 2006 didasari oleh wawancara langsung dengan lebih dari 750 CEO organisasi dan pemimpin bisnis terbesar di dunia.
Lebih dari 300 wawancara dilakukan di Asia Pasifik dengan 90 di antaranya dilakukan di Jepang dan lebih dari 50 wawancara di setiap negara Australia dan Selandia Baru, India dan Cina.
Studi ini adalah kelanjutan dari The IBM Global CEO Study 2004 yang menemukan bahwa para CEO ini telah mengubah agenda mereka dari penurunan biaya menjadi merangsang pertumbuhan yang menguntungkan.
Sementara mereka masih mempertimbangkanan perubahan radikal ini, hanya 15 persen dari mereka berhasil mengelola perubahan mendasar.
Mengenai dorongan perubahan, studi ini menemukan bahwa para CEO berharap meraih lebih dari sekedar pertumbuhan melalui inovasi dalam produk dan layanan mereka. Mereka lebih terfokus pada inovasi di dalam model bisnis dan operasional mereka sebagai mekanisme kunci untuk merangsang perubahan.
Selain itu, para CEO juga mengatakan bahwa hampir dua-per-tiga dari dari upaya mereka dipusatkan pada inovasi melalui model dan operasi atau proses bisnis.
Di samping itu, 61 persen dari CEO yang memiliki fokus utama pada inovasi melalui model bisnis khawatir perubahan model bisnis pesaing dapat mengakibatkan perubahan radikal terhadap seluruh lansekap industri mereka.
"Sementara organisasi bersaing di dunia yang semakin bersaing, para CEO terpaksa mencari cara baru untuk berinovasi agar dapat bertahan dan tumbuh," ujar Mieke Djalil, Country Manager, IBM Business Consulting Services, PT IBM Indonesia "Inovasi bukan sekedar tentang produk, atau tentang berinovasi melalui model bisnis dan bersaing dengan cara-cara baru."
Untuk menekankan hal ini, para CEO berkomentar: "Model bisnis yang kami pilih menentukan sukses atau tidaknya strategi kami." CEO yang lain mengatakan: "Berinovasi sesuai model dan operasi bisnis tidak saja menciptakan kesempatan untuk berhemat, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menggenerasikan lebih banyak pendapatan."
Tentang cara merangsang inovasi, studi ini menemukan bahwa 76% dari CEO ini mengatakan kolaborasi dengan mitra bisnis atau pelanggan merupakan sumber yang baik untuk mendapatkan ide-ide baru.
Budi Putra