Massa Bakar Bangunan Newmont Nusa Tenggara

TEMPO Interaktif, Sumbawa:Sekitar 500 warga Desa Ropang, Kecamaran, Kecabatan Jereweh, Nusa Tenggara Barat, kemarin pagi mengamuk di lahan eksplorasi penambangan tembaga PT Newmont Nusa Tenggara.

Dalam insiden yang tidak menimbulkan korban jiwa tersebut, warga membakar sekitar 20 unit bangunan pekerja di base camp, halipad, dan gudang penyimpanan batu untuk eksplorasi.

Sebanyak 135 pekerja tambang yang kebanyakan berasal dari Kecamatan Ropang dievakuasi ke desa Lemurung. Akibanya, untuk sementara waktu kegiatan eksplorasi dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun kerusuhan tersebut tidak mempengaruhi operasional proyek penambangan PT Nuewmont Nusa Tenggara di Batu Hijau yang berjarak 60 kilo meter arah timur kawasan ekspolrasi yang dirusak massa.

Superintendant Geologi PT Newmont Nusa Tenggara, Arif Perdanakusuma, yang melakukan pemantauan dari helikopter, saat terjadi pembakaran pada pukul 07.30 Waktu Indonesia Tengah, lokasi ekspolrasi tertutup asap. Pada sekitar pukul 10.30, bangunan sudah rusak dan sebagian rata dengan tanah.

"Tidak ada korban jiwa, karean 135 pekerja eksplorasi sudah dievakuasi sejak Sabtu kemarin," kata Arif. Karena mereka sudah mendengar rencana tersebut dari warga desa Ropang. "Di antara mereka ada yang membawa 10 liter bensin," ujar Manager Publics Relation PT Newmont Nusa Tenggara, Jasan Mulyono.

Kepala Kepolisian Resor Sumbawa Ajun Komisaris Polisi Abdul Hakim mengungkapkan saat kejadian polisi sudah berada di sekitar lokasi sejak Sabtu, namun jumlahnya terbatas. sedangkan warganya sampai 500 orang, sehingga pembakaran tidak terhindarkan.

Sampai kemarin polisi sudah menangkap tiga tersangka pelaku pembakaran. "Dua diantaranya bernama Ali dan Syafruddin, warga Desa Ropeng," kata Hakim.

Sehari sebelumnya, pihaknya memperoleh laporan dari manajemen PT Newmont Nusa Tenggara bahwa di kantor Desa Ropang berlangsung rapat untuk membahas renacan penyerangan. Namun belum mengetahui apakah rapat tersebut melibatkan aparat desa atau tidak.

Atas dasar laporan tersebut, pihaknya langsung menuju lokasi. Namun untuk mencapai lokasi, pihaknya terpaksa berjalan kaki selama delapan jam, karena tidak ada jalan yang layak untuk dilalui kendaraan polisi. "Kerugian belum ditaksir," kata Hakim.

Sepekan sebelumnya, selama empat hari warga melakukan pemblokiran jalan di Kecamatan Moyohulu, Sumbawa. Warga menuntut agar dilibatkan dalam eksplorasi di daerah sekitar lingkar tambang.

"Dengan begitu mereka dapat proyek dan kegiatan sebagai pekerja," kata Kasan. Warga juga menuntut pencairan dana community development sebesar Rp 10 miliar. Persoalannya, proyek tersebut baru tahap ekspolrasi, masih meneliti kandungannya. "Penambangan belum berjalan," ujar Kasan.

Menurut Kasan, sebenarnya PT Newmont Nusa Tenggara sudah memberikan priotitas kepada tenaga lokasl untuk bekerja di sana. Buktinya, dari 135 orang pekerja, 95 persen diantaranya berasal dari Kecamatan Bereweh.

SUPRIYANTO KHAFID