Playboy Sementara Tak Terbit

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, diperiksa penyidik Satuan Remaja Anak dan Wanita Polda Metro Jaya hari ini. Erwin diperiksa selama lima jam untuk 34 pertanyaan. "Ditanyakan proses penerbitan dan percetakan Playboy edisi pertama," kata Erwin seusai diperiksa.

Erwin diperiksa terkait laporan dari Masyarakat Antipembajakan dan Pornografi soal Playboy edisi perdana pada 7 April. Playboy dianggap mengandung unsur pornografi dengan memuat empat foto di halaman 64, 66, 67, 112, dan 113 dengan bintang model Andhara Early dan Kartika Oktarini Gunawan.

Menurut Erwin, pertanyaan penyidik tak menyentuh soal keberlanjutan penerbitan majalah. Namun, kemungkinan majalah yang bermarkas besar di Amerika Serikat itu menghentikan penerbitan versi Indonesia. "Saya kira tidak (terbit), menunggu keamanan dan keselamatan," ujarnya. Bagian redaksi sudah mengosongkan kantor di Gedung AAF Jalan TB Simatupang.

Yuliawati