Berita Terkait
- Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kayu Eboni dan Sonokeling
- Jalur TKI di Bandar Udara Rawan Penyelundupan
- Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan 64 Ton Kayu Ilegal
- Bea Cukai Tanjung Priok Bantah Temukan Blackberry Selundupan Lagi
- Penyelundupan Blackberry, Bea Cukai Belum Jatuhkan Sanksi Pegawainya
Panglima TNI Larang Negara Lain Jaga Selat Malaka
TEMPO Interaktif, Batam: Panglima TNI, Marsekal Joko Suyanto, mengatakan penjagaan keamanan di perairan internasional Selat Malaka hanya dilakukan oleh tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Jika ada negara lain ingin terlibat, partisipasi itu akan dibatasi.
"Partisipasi itu bentuknya penyediaan sarana dan prasarana terbatas,” kata Panglima TNI seusai menandatangani kesepakatan patroli bersama di Selat Malaka dengan Malaysia dan Singapura di Batam hari ini. Penandatangan juga dihadiri Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Mohd Anwar bin Hj.Moh.Nur, Panglima Angkatan Tentara Malaysia, dan Lg Ng Yat Chung, Chief of Defence Singapura.
Joko menjelaskan, bentuk partisipasi terbatas itu misalnya menyediakan warning light security system. “Enggak boleh terlibat mengamankan Selat Malaka.” Kerjasama pengawasan Selat Malaka itu lanjutan kerjasama terkoordinasi sebelumnya, yang diteken pada 2004 dan 2005.
Rumbadi Dalle