Lagi, Warga Blokir Jalan Tol Jatiasih


Topik

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekelompok warga kembali memblokir ruas jalan tol lingkar luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) seksi Hankam Raya-Jatiasih hari ini. Seperti aksi-aksi sebelumnya, mereka menuntut kepastian pembayaran lahan yang belum dilunasi oleh Departemen Pekerjaan Umum.

Sejak tengah hari, sekitar 30 warga Kampung Pamahan, Jati Mekar, Jatiasih, Bekasi, menduduki ruas JORR di kilometer 40. Di sana, mereka membakar dua ban bekas di lajur jalan, juga memblokir bahu jalan dengan kerangka kayu berkawat.

Beberapa pohon pisang dipajang di antara kawat. Mereka juga mendirikan tenda biru berukuran 8 x 3 meter di sisi tol. Tenda itu digunakan sebagai pos jaga supaya pagar pemblokiran tidak dibuka.

Di sekitar lokasi unjuk rasa, warga menempelkan surat keterangan kerugian yang harus Departemen Pekerjaan Umum bayar, Rp 11 miliar. Beruntung ruas JORR ini belum dibuka untuk umum sehingga aksi itu tidak mengganggu arus lalu lintas.

Menurut Tamat, bekas kepala dusun di Kampung Pamahan, Jati Mekar, Jatiasih, Bekasi, lahan milik warga yang belum diberi ganti rugi ada sekitar empat hektare. "Lahan itu kini telah menjadi jalan tol. Tapi Departemen Pekerjaan Umum, melalui PT Jasa Marga, belum memberikan ganti rugi," katanya.

Sebenarnya, kata dia, Jasa Marga pernah menjanjikan akan membayar ganti rugi minggu kedua April ini. Tapi hingga akhir bulan ini warga tidak diberi kepastian. Janji yang sama pernah disampaikan pihak Jasa Marga beberapa waktu lalu.

Karena merasa dipermainkan terus, warga kembali memblokir jalan tol tersebut. Sebelumnya aksi serupa pernah terjadi pada pertengahan Maret lalu. "Pembayaran oleh Jasa Marga molor terus. Padahal warga hanya menuntut haknya," kata Tamat.

Adapun Hatim Anam, pemilik lahan seluas 794 meter persegi, terakhir dijanjikan akan dibayar oleh Jasa Marga pada 25 Maret lalu. "Sampai sekarang saya belum mendapat ganti rugi," ujarnya.

Dari pemantauan Tempo, sampai sore kemarin tak melihat ada pejabat PT Jasa Marga ataupun pejabat Pemerintah Kota Bekasi yang datang ke lokasi unjuk rasa.

Kini, pembangunan fisik ruas tol Hankam Raya-Jatiasih itu sudah selesai. Bahu jalan sudah dibeton mulus dan siap dilintasi. Sejatinya jalan tol sepanjang 4,5 kilometer itu akan dioperasikan pada April ini.

Meski belum resmi dibuka, jalan tol itu sudah dilintasi mobil-mobil pribadi dan sepeda motor. Menyikapi pemblokiran JORR Jatiasih, Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Sunito mengatakan sebaiknya warga menghentikan aksi tersebut karena ruas jalan tol itu akan dioperasikan

Soal ganti rugi, kata Frans, tim pembayar dan panitia dari pemerintah daerah akan mengurusnya. "Tim pembayar tanah ini akan bertemu dengan warga untuk menyelesaikan persoalan ganti rugi," kata Frans.

SISWANTO | HARUN MAHBUB

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X