Pemerintah Upayakan Penambahan Wajib Pajak Menengah untuk Kejar Target

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan melakukan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi untuk mengatasi perkiraan menurunnya penerimaan negara dari sektor pajak. Yang utama, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2006 akan dipertahankan tetap sesuai target yaitu 1-1,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, upaya ekstensifikasi antara lain melalui penambahan wajib pajak baru kategori menengah dan kecil. Sedangkan langkah intensifikasi dilakukan melalui perbaikan administrasi untuk menekan kebocoran.

Menkeu minta pada Dirjen Pajak agar program ekstensifikasi yang merupakan bagian dari modernisasi pajak dilakukan secara hati-hati. Karena modernisasi yang dilakukan terlalu cepat seperti saat ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap pengelolaan kantor pajak.

“Jadi, nanti upaya Dirjen Pajak yang baru untuk bisa melakukan kombinasi antara ekstensifikasi dan intensifikasi paling tidak untuk mengkompensasi menurunnya penerimaan pajak tahun ini,” kata dia usai rapat kerja dengan Panitia Adhoc Dewan Pimpinan Daerah di Jakarta, Selasa (23/5).

Dia menjelaskan, potensi menurunnya penerimaan pajak itu didasarkan atas evaluasi terhadap indikator makro ekonomi pada kuartal satu, dimana sektor usaha banyak menunjukkan kelesuan. Pemerintah juga memantau perusahaan-perusahaan publik yang laporan keuangannya menunjukkan penurunan kinerja.

Padahal penerimaan pajak paling besar berasal dari sektor-sektor moderen dan perusahaan besar, atau yang biasa disebut large tax payer office. Misalnya, perusahaan penanaman modal asing (PMA)dan BUMN-BUMN yang menyumbang lebih dari 70 persen dari total penerimaan pajak. “Jadi, kalau kinerja perusahaan menurun, barangkali potensi penerimaan juga akan menurun,” papar dia.

Dengan perkiraan menurunnya penerimaan pajak itu, pemerintah tidak bisa menjamin apakah target rasio perpajakan terhadap PDB (tax ratio) sebesar 13,7 persen tahun ini bisa terpenuhi. Sebab, kata Sri Mulyani, bila penurunannya tajam maka membutuhkan penyesuaian yang besar dari sisi total pengeluaran. Hal ini diperlukan untuk menjaga defisit anggaran tetap sesuai target.

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah akan melakukan evaluasi per kuartal terhadap kinerja masing-masing sektor di mana masing-masing daerah. “Dari situ bisa diidentifikasi sisi mana yang perlu diperkuat,” tuturnya.

RETNO SULISTYOWATI