Panglima Kodam Jaya Bantah Menyatakan Anggota Dewan Komunis


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima Komando TNI Angkatan Darat Jakarta Raya, Mayor Jenderal Agustadi S.P, membantah telah memberi peryataan adanya 86 orang komunis yang menjadi anggota DPR.

"Ada kesalahpahaman. Yang berbicara bukan saya tapi Alfian Tanjung," bantahnya. Agustadi menambahkan, bahwa siapapun dapat menjadi anggota DPR. "Tidak ada yang melarang (termasuk anggota komunis) untuk jadi anggota DPR," ujarnya yang ditemui usai pembukaan Pekan Olahraga Angkatan Darat di Cilodong, Senin.

Dirinya tidak membantah bahwa saat ini ancaman laten komunis sudah berbahaya. Agustadi menjelaskan, sudah ditemukan tiga kasus yang mengarah pada berkembangnya bahaya laten tersebut. "Di Jakarta ada dua dan Bogor satu,"ujarnya.

Agustadi menjabarkan pada 2004 di Pasar Jatinegara telah ditemukan kaos bergambar palu arit dan di SMP 79 Menteng ditemukan gambar palu arit pada celana olahraga. "Kejadian SMP 79 sekitar awal-awal April tahun ini," jelas Agustadi.

Ia menegaskan, walaupun hanya gambar di celana olahraga tetap harus diwaspadai. "Apa maksudnya memasang palu arit disitu," tanya Agustadi.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Djoko Susanto, yang hadir untuk membuka acara tersebut juga mengklarifikasi berita tersebut. "Saat kegiatan internal kodam ada ceramah dan pembicara (Alfian Tanjung, aktivis Islam yang menjadi pemerhati masalah sosial politik di Tanah Air) menyatakan hal itu. Jadi yang bicara bukan Pangdam," jelas Djoko.

Djoko juga mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan kebenaran pernyataan Alfian Tanjung. "Karena ideologi komunis berkembang," katanya.

Rieka Rahadiana

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X