Indonesia-Singapura Bentuk Komite Bersama
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah Indonesia dan Singapura akan membentuk komite bersama (joint steering committee) dalam mengelola daerah Batam, Bintan, dan Karimun sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia.
"Rencananya pertengahan bulan ini kami akan bertemu dengan pemerintah Singapura membahas pembentukan komite itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Boediono di Jakarta kemarin.
Boediono menjelaskan komite tersebut akan menjadi lembaga ad hoc yang akan menentukan kontribusi masing-masing pemerintah untuk meningkatkan investasi di tiga kawasan ekonomi khusus tersebut. Kendati demikian, dia mengatakan, konsep pembentuk komite juga terbuka dilakukan Indonesia dengan negara-negara lain.
"Kami tetap terbuka untuk bekerja sama dengan negara mana pun di kawasan itu, termasuk di daerah-daerah lain di Indonesia," katanya.
Seperti diberitakan, dalam upaya meningkatkan investasi dan pengembangan wilayah, pemerintah menetapkan Batam, Bintan, dan Karimun sebagai zona ekonomi khusus (special economic zone) dengan menggandeng Singapura.
Nota kesepahaman pembentukan zona itu telah ditandatangani oleh Boediono dan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Lim Hing Kiang pada 25 Juni lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hian Long turut hadir dalam acara tersebut.
PRAMONO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Farhat Jadi Tersangka, Ahok Sudah Lupa
- Safari 'Pencitraan' 2014, Gita Wirjawan Menjawab
- Jurus Sukses UN SMAK 1 BPK Penabur Jakarta
- Ini Syarat Menjadi Manajer Manchester City
- Orang Cerdas Tak Mampu Lihat Gerakan Besar?
- Robot Pintar Ini Digerakkan oleh Ponsel
- X-Wing, Pesawat Luar Angkasa Star Wars, Mendarat di New York
Berita Utama Bisnis
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah













