Warga Ingin Ganti Rugi Banjir Kanal Timur Dipercepat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga menilai Pemerintah Jakarta Timur lambat dan terkesan mengulur-ulur pembayaran ganti rugi proyek pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT).
Sogo, 36 tahun, dan Dasuki, 30 tahun, kakak beradik warga RT 02/03 Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, mengakui ganti rugi yang dilakukan pemerintah sangat lambat. ”Ketika itu dijanjikan selesai bulan Juni,” kata keduanya di rumahnya.
Sogo mengaku sebenarnya tidak setuju dengan penggusuran yang dilakukan pemerintah untuk pembangunan Banjir Kanal Timur. ”Tapi karena semua ikut, ya kita ikut saja,” katanya.
Lambatnya pembayaran yang dilakukan pemerintah membuat resah. Karena untuk mencari tanah di tempat lain susah dan memerlukan waktu. Diakui Sogo tanah dan bangunannya sedang dalam tahap pengukuran oleh pihak kelurahan. ”Dari dulu hanya diukur,” katanya.
Sogo berharap, bila mendapatkan ganti rugi dengan cepat, sambil menunggu rumah di robohkan, dirinya dapat mencari lahan baru. Ia khawatir saat uang diterima waktu pembangunan BKT sudah dalam tahap kritis, sehingga rumah yang didiami telah dirobohkan dan dirinya belum mendapatkan tempat. ”Saya punya waktu bila uangnya diterima dengan cepat,” katanya.
Rudy Prasetyo
Komentar (1)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Berita Utama Metro
- Jokowi Sebut BLSM dengan Balsem
- Ada 14 Demonstrasi Tolak BBM Naik Hari Ini
- Ini Titik Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Jakarta
- Soal Macet, Jokowi-Ahok Lupakan Hal Sederhana?
- Nilai Kinerja Transportasi Jokowi: Niat 8, Hasil 6
- Lurah Peraih Nilai Tertinggi Pernah Jualan Koran
- Lurah Gambir Surprise Dapat Nilai Tertinggi



