Ribuan Hektare Sawah di Tangerang Terancam Kekeringan


TEMPO Interaktif, Tangerang:Ribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Tangerang terancam kekeringan karena saluran irigasi mulai mengecil. Hal ini terjadi setelah debit air Sungai Cisadane terus menyusut hingga 30 persen sejak dua pekan terakhir ini.

Pelaksana Operasi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Cisadane Barat Laut, M. Ali Husein, mengatakan sejak dua pekan ini Sungai Cisadane mengalami penurunan debit air yang drastis, di mana normalnya berkisar 24.000 liter per detik kini hanya tersedia 9.000 liter per detik. "Menyusut hingga 30 persen," ujarnya hari ini.

Penurunan itu berimbas pada pasokan air tersendat dan sejumlah petani mencemaskan tidak bisa memetik hasil optimal pada musim panen kali ini.

Sejak dua pekan lalu, kata Ali, UPTD Cisadane Barat mulai melakukan penghematan air dengan menerapkan sistem bergilir untuk mengairi persawahan yang ada diwilayah barat laut, barat dan utara Tangerang.

"Karena musim kemarau dan air Sungai Cisadane turun debitnya, maka kami menerapkan sistem bergilir. Artinya, tiap-tiap wilayah dijatah tiga hari penyaluran air, kemudian bergantian dengan wilayah lain," ujarnya.

Ali mengatakan jika sampai bulan September 2006 tak kunjung mendapat pasokan air irigasi, belasan ribu hektare sawah di Kabupaten Tangerang terancam gagal panen. Padahal, usia padi sudah 1,5 bulan dan sudah menguning serta siap dipanen.

Joniansyah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X