Soeharto Cabut Selang di Lambung


Topik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hari ini bekas presiden Suharto kembali dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangannya itu dalam rangka mencabut selang yang ditanam dari mulut hingga lambung sebulan lalu.

"Selangnya tidak ada manfaatnya lagi sehingga dicabut dengan menggunakan alat endoskopi," kata Djoko Rahardjo, tim dokter kepresidenan pada wartawan malam ini.

Alasan pencabutan selang itu, kata Djoko, karena hasil medical check-up yang dilakukan pekan lalu di rumah Soeharto bagus. "Mudah-mudahan tidak ada komplikasi, tapi orang yang sudah berumur 85 tahun memang rawan penyakit," jelas dia.

Selang yang ditanam itu untuk mencegah pendarahan lambung dan pengamanan andaikan bekas penguasa Orde Baru itu belum bisa makan melalui mulut. Sehingga cairan makanan harus disalurkan lewat selang.

Menurut Djoko, pencabutan selang dikarenakan Soeharto telah menunjukkan perkembangan kesehatannya. "Sudah bisa makan dengan baik," ucap dia. Soeharto dibawa pulang ke Jalan Cendena sekitar pukul 21.00 WIB, malam ini.

Selang yang dimasukkan dari mulut, tenggorokan menuju lambung, dicabut tanpa operasi. "Pangkal selang itu diikat seperti lasso dengan endoskopi," jelas Djoko yang mengatakan Soeharto hanya diberi obat penenang saja selama proses pencabutan.

Aguslia Hidayah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X