Topik
Rp 50 Miliar untuk Infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah mengatakan pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp 50 miliar untuk mendukung kawasan ekonomi khusus di Batam, Bintan, dan Karimun.
“Pemerintah daerah menganggarkan sekitar Rp 50 miliar untuk membangun infrastruktur air bersih, listrik, dan pelabuhan,” ungkapnya seusai mengikuti pertemuan Joint Steering Committee Indonesia dan Singapura tentang pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Batam, Bintan, dan Karimun di Jakarta kemarin.
Mantan Ketua Badan Otorita Batam ini juga yakin pembentukan kawasan ekonomi khusus akan meningkatkan investasi yang masuk di Batam, Bintan, dan Karimun.
“Sampai bulan ini investasi asing di Batam saja telah mencapai US$ 8 miliar, nantinya akan meningkat dua kali lipat," ujarnya. Investasi asing ini terbesar dibandingkan dengan swasta dalam negeri maupun investasi pemerintah. Jepang, Korea, Taiwan menjadi penanam modal terbesar.
Demikian juga halnya dengan perluasan lapangan kerja. “Saat ini di ketiga wilayah tersebut tersedia sekitar 300 ribu lapangan kerja. Dalam lima tahun ke depan diperkirakan setidaknya 1 juta lapangan kerja di Batam, Bintan, dan Karimun,” ujarnya.
Sofian