Riau Kembali Diselimuti Asap

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Kabut asap kembali menyelimuti Riau. Kendati belum mengganggu aktivitas warga, termasuk aktivitas penerbangan, asap yang berasal dari pembakaran lahan dan hutan di enam kabupaten di wilayah Riau itu telah memaksa sebagian warga di Pekanbaru mengenakan masker.

Sejumlah sopir angkutan antarprovinsi, khususnya di Jalur Lintas Timur mengaku kewalahan akibat kabut asap itu. "Memasuki Kerinci Pelalawan kita sempat berhenti sebentar. Kabutnya begitu tebal subuh hingga pagi tadi," ujar Hamonangan Samosir, awak bus Intra, jurusan Jambi-Pekanbaru-Kota Medan, hari ini.

Ketebalan asap sepanjang Minggu malam hingga Senin pagi ini juga memaksa sejumlah pengemudi di Jalur Lintas Sumatera, khususnya di kawasan Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Dumai, memperlambat laju kendaraannya. Jarak pandang yang hanya sekitar 50 meter itu membuat aktivitas di jalur keluar-masuk Pekanbaru terganggu.

"Malah pagi tadi semua jalan seperti tertutup saja. Jarak pandang benar-benar membuat kita cemas dan terpaksa memperlambat kecepatan," ujar Monang T, pengemudi Truck CV Panca Usaha.

Kabut asap yang menyelimuti Riau dalam dua hari terakhir berasal dari 23 titik api di atas lahan di enam kabupaten di Riau. Kondisi ini juga diperparah oleh asap kiriman yang dituding berasal dari Provinsi Jambi, khususnya kawasan gambut yang terbakar di Jambi Timur.

"Seiring musim kemarau dan pembukaan lahan di Riau, titik api sudah mencapai 23 titik di lima kabupaten. Kita tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, baik di provinsi maupun di kabupaten," ujar Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah, Kairul Zainal, di Pekanbaru.

Jupernalis Samosir