Pemikiran Islam Liberal Akan Dievaluasi
Topik
TEMPO Interaktif, Surabaya: Pemikiran Islam liberal yang berkembang dikalangan muda Nahdatul Ulama (NU) menjadi perhatian peserta Munas Alim Ulama dan Konfrensi Besar NU di Asrama Haji Sukolio, di Surabaya, 28-30 Juli. Pemikiran yang antara lain dimotori Ulil Absar Abdala melalui Jaringan Islam Liberal (JIL) ini akan diavalusi oleh ulama dan kiai.
Wakil Rois Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Dr KH Muhammad Tolchah Hasan mengatakan ada sebagian kiai yang menginginkan agar pemikiran Islam liberal menjadi salah satu agenda. "Tapi tidak sampai mengarah pada upaya pengadilan, penghukuman, pencekalan atau vonis bersalah pada aliran itu," kata dia.
Menurut Tolchah pemikiran Islam liberal banyak dan berkelas. Di Indonesia, liberalisasi Islam itu tidak hanya ada dalam batasan satu rangking. Melainkan banyak aliran dan terdiri atas strata-strata yang berbeda-beda kadarnya. Karena itu NU akan memberikan pemahaman batas-batas pemikiran liberal seperti apa yang bisa di tolerir dan mana yang harus di tegur.
Adi Mawardi
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
- Korban Lapindo Ancam Minta Suaka Politik ke AS
- 10 Fakta Menarik Jelang Dortmund Vs Bayern
- Tabrakan Maut, 2 Tewas dan Belasan Kritis
- Angelina Jolie Tanpa Bra Versi Pelukis Swedia
- Duel Kunci Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen
Berita Utama Nasional
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Ahmad Rozi Akui Diminta Luthfi Siapkan Data Daging
- Eksekusi Supersemar, Kejaksaan Cari Berkas Putusan
- Revitalisasi Situs Soekarno Rp 44,5 Miliar
- Pemilik Akun @benhan Jadi Tersangka
- Saat Kelulusan, Darin Mumtazah Tak Ada di Sekolah
- Soeripto Mengaku Pernah Ditawari Rumah oleh Luthfi













