Raikkonen Terdepan di Jerman


TEMPO Interaktif, Hockenheim:Pembalap tim McLaren-Mercedes Kimi Raikkonen berhak menempati posisi start terdepan untuk Grand Prix Jerman di Sirkuit Hockenheim hari ini.

Raikkonen mengejutkan pembalap lain dengan mencatat waktu tercepat kemarin, meski ia membawa bahan bakar lebih banyak dari lainnya.

Pembalap Finlandia yang sepanjang tahun ini banyak mengalami nasib sial itu membukukan waktu 1 menit dari 14,070 detik. Ia menungguli dua pembalap Ferrari, Michael Schumacher dan Felipe Massa, yang masing-masing berada di posisi start kedua dan ketiga.

Sedangkan juara dunia bertahan Fernando Alonso tak bisa berbuat banyak kali ini. Pembalap Spanyol andalan tim Renault itu hanya berada di posisi start ketujuh.

Rekan satu tim Alonso, Giancarlo Fisichella, juga tak bisa memacu mobil R26 secara maksimal. Fisichella berada di barisan start ketiga bersama pembala Honda, Jenson Button.

"Senang rasanya bisa kembali meraih posisi start terdepan," kata Raikkonen. "Sudah lama mobil kami tidak sekompetitif seperti sekarang ini."

Raikkonen sempat keluar lintasan dan masuk gravel ketika berusaha untuk mempertajam catatan waktunya, tapi meski gagal ia telah mencatat waktu yang tidak bisa dikalahkan pembalap lain.

Schumacher, yang tampil di depan publiknya sendiri, harus puas dengan hanya menempati posisi start kedua. "Mobil saya mengalami gejala understeer, tapi memang begitulah mobil ini disetel untuk lomba nanti. Saya kira pada lomba nanti semua akan berjalan dengan baik," tutur juara dunia tujuh kali itu.

Adik kandung Michael, Ralf Schumacher, hampir saja menabrak mobil Button saat akan masuk pit. Untung kejadian fatal itu bisa terhindar.

Sementara itu, 15 menit pertama sesi latihan terpaksa harus dihentikan setelah pembalap Amerika Serikat Scott Speed mengalami kecelakaan. Speed kehilangan kontrol atas mobilnya saat memasuki tikungan pertama.

AP/Crash/Atmo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X