Mantan Anggota OPM Akan Diberi Wawasan Nusantara

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyerahkan diri akan diberi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. "Program itu diberikan kepada mereka dan para penyeberang perbatasan dengan Papua Nugini," ujar Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Sudarsono Hardjosoekarto, ketika dihubungi Tempo di Pulau Natuna, kemarin.

Program itu, kata Sudarsono, perlu diberikan untuk meningkatkan kesadaran nasionalisme bagi para mantan OPM. Selain itu, mereka juga mendapat tunjangan hidup. "Tapi berapa besar dan detail tunjangan, merupakan kewenangan Departemen Sosial," ujarnya.

Sabtu lalu sebanyak enam anggota OPM meyerahkan diri ke aparat Pemerintahan Kabupaten Tolikara. Mereka menyerahkan senjata laras panjang rakitan serta dua buah peluru jenis double loop.

Sehari sebelum mereka menyerahkan diri, sayap militer Organisasi Papua Merdeka, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat mengumumkan gencatan senjata. Ini adalah hasil pertemuan elit sayap militer organisasi itu di Fanimo, Papua Nugini, pada Jumat pekan lalu.

Pengumuman itu dinyatakan langsung kepada pemerintah Indonesia. “Langsung disampaikan oleh Panglima Gerilya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Brigadir Jenderal Richard Coweni,” kata Menteri Luar Negeri Otorita Nasional Papua Barat Jacob Rumbiak, Jumat (28/7) ketika dihubungi di Australia.

Raden Rachmadi