Sensor Mundur ala Mahasiswa Surabaya

TEMPO Interaktif, Surabaya: Seorang mahasiswa di Surabaya menciptakan sensor untuk mempermudah parkir mobil. Rohaby Edwardus, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Surabaya, membuat sensor ini untuk tugas akhir.

Sensor semacam ini sudah lazim ditemui pada sejumlah mobil mahal. Tapi Rohaby bisa menciptakan yang lebih murah dan jarak aman bisa diubah-ubah.

"Saya hanya menghabiskan biaya Rp 1 juta untuk empat sensor dan alat pengatur jarak serta alarm yang diletakkan di bagian depan dekat pengemudi," katanya.
Rohaby memasang empat sensor ultrasonik, satu di masing-masing sisi mobil. Benda sepanjang 30 sentimeter sampai 3 meter bisa terbaca.

Mahasiswa berusia 25 tahun itu sudah menguji peralatannya. Tingkat kesalahan maksimum, katanya, 15 persen.

Yang belum dicoba adalah ketahanan terhadap cuaca, seperti hujan. Apalagi ia menempelkan sensor begitu saja, tidak dilindungi dengan sekat atau tutup. "Saya khawatir, jika kena hujan, malah akan terjadi hubungan arus pendek," katanya.

Berarti sekarang tinggal menunggu pemodal yang bersedia memproduksi dan memasarkan peralatan ini.

Adi Mawardi