Topik
Agen Obligasi Ritel Banjir Permintaan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Para agen penjual Obligasi Retail Indonesia (ORI) kelebihan permintaan atau oversubscribed. Mayoritas agen penjual mampu menjual ORI di atas target yang dijatah Departemen Keuangan.
Direktur Treasury Bank NISP Irwan Dharmawan mengatakan, hingga Kamis (3/8) jumlah permintaan ORI mencapai Rp 118 miliar. Padahal NISP hanya dijatah pemerintah Rp 50 miliar.
“Hingga kemarin kami sudah melampaui target, “ kata Irwan saat dihubungi Tempo, Jumat (4/8). Dari permintaan ORI itu, mayoritas membeli pada kisaran Rp 50-100 juta.
Jumlah itu, kata dia masih bisa bertambah mengingat penutupan baru hari ini. Terkait dengan pemesanan yang melebihi target, Irwan mengaku sudah menyampaikan permintaan kepada pemerintah untuk menambahnya.
Hal yang sama juga terjadi pada PT Bank Permata Tbk. Dari target yang diberikan pemerintah sebesar Rp 100 miliar, pada Rabu (2/8) Bank Permata sudah kebanjiran pesanan. Pesanan mencapai Rp 650 miliar.
“Makanya kami sudah tutup dua hari lalu, “kata SVP Head Treasury PT Bank Permata Tbk. Francis Indarto. Untuk itu, Bank Permata mengajukan tambahan kepada pemerintah.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk. Ekoputro Adijayanto mengatakan pihaknya juga kebanjiran permintaan ORI. “Kami oversubscribed 200 persen, “ujarnya. Dari target yang ditentukan yakni Rp 300 miliar, pada penutupan kemarin permintaan telah mencapai Rp 700 miliar.
Suryani Ika Sari